Sejarah

Sejarah SMA Al Amin Paciran

Pada tahun 1980 an di wilayah kecamatan Paciran belum ada Sekolah Menengah Atas (SMA), sehingga pada saat itu anak-anak yang menginginkan melanjutkan harus jauh-jauh ke Tuban, maupun Surabaya agar bisa mellanjutkan sekolahnya dan hal tersebut terbatas hanya bisa dilakukan oleh anak yang bersal dari kalangan ekonomi atas (ekonomi mampu). Alhamdulillah pada tahuntahun 1974 M Yayasan Pendidikan Al Amin (nama yayasan pada saat itu) mendirikan sebuah lembaga pendidikan yaitu SMP AL-AMIN di prakarsai oleh KH. M. Sabiq Amin, KH. Miftakhul Fattah Amin, dan KH. Abdulloh Amin, Lc. Pada saat itu sekolah menengah pertama di Jawa Timur belum ada, sehingga beliau bertiga menggagas didirikannya SMP Al-AMIN yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan  Al Amin, dimana lulusan SMP AL AMIN sebagian besar lulusannya ingin melanjutkan ke SMA sehingga tahun 1982 Yayasan Pendidikan Al Amin mendirikan Sekolah Menengah Atas yang diberi nama “SMA AL AMIN” yang terletak di Desa Tunggul Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. SMA Al AMIN ini berdiri atas prakarsa Bapak Zaini, BA (Gelar ketika itu) dengan didukung oleh pengasuh dan pengurus yayasan diantaranya KH. M. Sabiq Amin, KH. Miftakhul Fattah Amin, dan KH. Abdulloh Amin, Lc. Dengan adanya SMA AL AMIN ini diharapakan masyarakat Tunggul dan sekitarnya yang ,menginginkan melanjutkan studinya karena pada saat itu diwilayah Paciran SMA AL AMIN merupakan Sekolah Menengah Atas yang pertama didirikan.

Seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun dengan pengolahan yang profesional, sarana yang mendukung, dan lokasi yang strategis menjadikan SMA AL AMIN terus berkembang sesuai tuntutan dunia pendidikan. Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, SMA AL AMIN berupaya menyeimbangkan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, yaitu dengan pemanfaatan dalam sistem pengajaran dan sistem sekolah yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Selain program pembelajaran umum, SMA AL AMIN juga menerapkan pembelajaran yang bernafaskan islam (diniyah) baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kegiatan lainnya yang memberi bekal kepada peserta didik untuk menghadapi tantangan era Globalisasi. Tenaga pendidik di SMA AL AMIN terdiri dari sejumlah guru senior pesantren AL AMIN dan para lulusan Strata Satu (S-1) dan Magister (S-2) yang berasal dari PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan perguruan tinggi swasta ternama.